Wednesday, September 30, 2015

Ukuran Jari Kelingking dan Jari manis bisa Melihat Watak dan Sifat Kamu

Posted by Chandra Janitra W P


1. Jika jari kelingking sama dengan ruas pertama dari jari manis ...

Kamu adalah komunikator yang keren, pembicara yang bagus. Kamu bersifat romantis.. jika kamu memiliki kesempatan berdua dengan pasangan, kamu tidak akan menyia-nyiakan waktu itu untuk membahagiakan pasangan.
Kamu sibuk memikirkan dan mencari cara mengekspresikan emosi dan itu menjadikan kamu tidak menjadi diri sendiri. Saran saya nikmati aja dan jadi diri sendiri.

2. Jika jari kelingking lebih panjang dari ruas pertama dari jari manis  ...

Kamu orang yang cukup pintar dan perayu ulung!  kamu baik dan murah hati kepada semua orang. Tetapi berhati-hatilah! Dari kebaikan itu Banyak yang mengartikan salah.

3. Jika jari kelingking berada di bawah bagian pertama dari cincin ...

Kamu adalah orang yang tertutup, orang di sekitar kamu tidak tau perasaan yang ada di dalam diri kamu. dalam asmara, Kalo kamu suka sama seseorang pun masih aja tertutup sehingga orang yang disuka enggak tau perasaan kamu sebenernya.
Kamu lebih suka orang menyapa duluan, dan melihat respon dari orang tersebut baru bisa komunikasi. dan pemilik ciri ini mudah tersinggung



Read More

Sunday, September 20, 2015

Subhanalloh.. Nenek ini tetap berkurban dalam keterbatasan nya

Posted by Chandra Janitra W P


Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya.

“Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.
“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut. Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya.

“Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.
Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh. Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.
“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.
“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.
Read More

Arti Garis Tangan -Yang mana Garis Tangan mu?

Posted by Chandra Janitra W P
Dalam dunia keilmuan, membaca garis tangan disebut juga dengan Palmistry. Seperti dilansir healthyfoodteam.com, garis tangan bisa saja jadi indikator penting dari perasaan seseorang dan segala sesuatu yang berputar di sekitar kehidupan percintaan manusia.



Coba tengok gambar yang Anda simak dan cocokkkan dengan garis tangan Anda. Jika garis hati dimulai di bawah jari tengah, itu tandanya Anda terlahir sebagai manusia yang ceras tetapi dingin terhadap lawan jenis. berikut ini penjelasan yang lainnya.

A) Jika garis hati Anda dimulai di bawah jari tengah itu artinya Anda terlahir untuk menjadi pemimpin, punya karakter ambisius, mandiri, cerdas, dan hebat dalam pengambilan keputusan. Sayangnya, orang dengan tipe ini kurang sensitif dan dingin kepada orang lain atau terhadap pasangan. Jadi, tidak perlu heran jika perjalanan cinta Anda sedikit kurang mulus.

B) Jika garis hati Anda dimulai dari antara jari tengah dan jari telunjuk maka Anda termasuk orang yang penuh perhatian dan baik kepada orang lain. Anda juga tergolong orang yang ragu-ragu dan berhati-hati pada orang lain, tetapi Anda adalah orang bisa dipercaya. Orang tipe ini juga punya hal positif dalam mengambil keputusan.

C) Pemilik garis hati yang dimulai dari bawah jari telunjuk memiliki karakteristik yang sama dengan orang tipe A. Orang ini punya kepribadian yang mandiri namun tidak peka terhadap pasangan.

D) Jika garis hati Anda dimulai antara jari telunjuk dan jempol, Anda termasuk orang yang penuh kesabaran, peduli, dan berhati lembut.

tapi ini jangan dijadiin patokan ya.. ini untuk seneng-seneng aja.. hehehe..

sumber: silahkanshare.blogspot.com

Jangan lupa Share ya... :P
Read More

Thursday, September 17, 2015

Mengharukan.. Kisah Tukang Ojek Tua dengan Tarif Seikhlasnya..

Posted by Chandra Janitra W P
Anda mungkin punya pengalaman beberapa kali membatalkan naik jasa ojek lantaran Abang tukang ojeknya pasang ‘tarif gila’ alias kemahalan. Tapi percayalah, tak semua tukang ojek di Jakarta seperti itu. Masih ada segelintir tukang ojek yang justru pasang tarif seikhlasnya. Dan justru yang pasang tarif seikhlasnya itu malah dibayari mahal berlipat-lipat oleh penumpangnya. Tak percaya?

Adalah seorang karyawati di Jakarta bernama Dewi Rachmayani yang memosting cerita amat menyentuh tentang kebaikan tukang ojek tua renta di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat.

Lewat media sosial Facebook, ia menuturkan kisah harunya melihat sosok uzur itu masih berjuang keras mengais rezeki di belantara ibukota yang amat sengit bersaing, sikut-menyikut mencari rupiah, termasuk kalangan ojek.

Tapi Dewi tersentuh ketika menggunakan jasa ojek bapak tua dengan ‘tarif suka-suka penumpang.’ Berikut cerita lengkapnya:



Siang ini, batalin orderan grabbike dari stasiun Palmerah – ktr. Pasalnya, di stasiun Palmerah ketemu kakek2 yg dgn sopan nyodorin helm ke org yg lalu lalang di trotoar. Namanya Pak Soleh, 65 tahun. Dah 10 thn jadi tukang ojek, sebelumnya pedagang kaca di Pejompongan.

Setiap hari Pak Soleh bergerak dari rumahnya di Sawangan, Depok menuju stasiun Palmerah. Buat Pak Soleh, gak gampang dapetin penumpang, “Orang rata2 pada takut kalo yg nyetirin udah tua kaya saya, neng”. Jadinya, rata-rata sehari Pak Soleh bawa pulang 60 ribu rupiah, hasil ngojek seharian. Ini dibawah pendapatan tukang ojek konvensional lainnya.

20 menit ngobrol ngalor ngidul sepanjang perjalanan. Menjelang Mega Kuningan, gw tanya berapa ongkosnya. “Terserah. Seikhlas penumpang aja”. Gw desak untuk sebut angka, jawaban Pak Soleh “Kalo 20 ribu kemahalan nggak Neng?”

Di dompet, ada 170 ribu. 20 ribu gw simpen, selebihnya…rezeki Pak Soleh yg kebetulan nangkring dulu di dompet gw.

Mata Pak Soleh berkaca-kaca ketika rupiah berpindah. Gw pinta nomor hpnya dan langsung pamit, nggak mau ketauan kalo mata gw juga tiba2 kelilipan.

Malu, dah bnyk yg Tuhan kasih, tapi gw selalu meminta lebih. Mau mobil yg lebih keren, mau tas yg lebih bnyk, dan lebih-lebih lainnya.

Barakallah ya Pak Soleh. Skrg, yg bakal saya cari di stasiun Palmerah Bapak, bukan ojek2 promo.

Ternyata masih ada saja orang seperti bapak ini ya. Silahkan share ke semua temanmu ya. (sumber :http://palingkeren.com)
Read More